Hey Jejakers!
Liburan kuliah kemarin, saya sempat mencoba naik sepeda dari rumah menuju kampus. Niatnya sih mau mengurangi karbon, tapi justru malah ‘memaksa’ saya untuk menghirup asap dari puluhan knalpot di jalan raya. Belum lagi debu yang beterbangan dan klakson yang bikin sakit kuping.
Saya acungkan dua jempol buat orang-orang yang memilih naik sepeda dalam beraktivitas di kepadatan Jakarta. Kalau saja asap yang dikeluarkan kendaraan lebih ramah dengan paru-paru, mungkin nggak perlu terlalu khawatir. Tapi begitulah adanya. Mencintai lingkungan memang tidak mudah. Asal yakin, pasti bisa!
Di awal September ceria ini, Majalah Jejak hadir memenuhi rasa kangen pembacanya yang selalu bertanya, “Kapan terbit?”. Nyatanya, banyak rintangan yang harus Jejak lewati untuk selalu terbit secara konsisten, mulai dari masalah teknis hingga non teknis. Tapi nggak perlu khawatir, semua terbayar lunas ketika majalah ini tampil ke hadapan Jejakers. Dibaca pelan-pelan dan dipahami isinya lalu sama-sama direalisasikan untuk bumi yang lebih baik.
Di edisi ini, Jejak Utama mengulas tentang energi terbarukan yang menjadi energi alternatif ramah lingkungan. Mobil atau motor diberi bahan bakar yang lebih bersahabat. Jadi, nggak nyusahin orang-orang di sekitarnya. Percaya atau nggak, banyak yang kita lakukan ternyata menyumbang karbon? Nah, di Gaya Lo Gaya Gue, Jejakers juga bakal diajak itung-itungan karbon. Tak ketinggalan, Jejak Alam yang akan mengupas pengalaman saya selama liburan. Belajar sekaligus liputan penghijauan di dusunnya Mbah Maridjan.
Akhir kata, untuk ke-9 kalinya, Selamat menJejak!
Bellina Rosellini
Untuk mendownload Jejak, klik cover diatas.
download!
Like or Dislike:
1
0
Izin ngunduh filenya gan…
Like or Dislike:
0
0
berjuta asa dan rasa yg mewaranai
setiap insan
Like or Dislike:
0
0
Peace!
Like or Dislike:
0
0