Author Archives: flo
Ketua Baru MAPALA UI 2012
Setelah melalui rapat yang panjang, pada pagi hari tanggal 20 Februari 2012 telah terpilih ketua baru Badan Pengurus MAPALA UI 2012 Mohammad Ismatullah, M-779-UI. Mahasiswa Kriminologi angkatan 2007 ini telah berkiprah di MAPALA UI sejak BKP 2009. Sebelumnya ia telah dipercaya sebagai PO Ekspedisi Lintas Borneo, penanggung jawab Dana Usaha di BP 2011, dan salah satu tim inti UI OSF 2012.
Selamat dan semoga BP 2012 bisa lebih sukses kedepannya!
Menapaki Masurai Ditengah Cuaca Buruk
Sulitnya medan perjalanan dan kondisi cuaca tidak menentu yang sempat menjadi penghambat komunikasi tidak membuat surut langkah para pendaki Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI). Kurang lebih dua pekan menerobos rimba, Minggu (29/1/2012), sekitar pukul tiga sore, para pendaki Mapala UI akhirnya berhasil menjejaki Puncak Gunung Masurai di ketinggian 2980 meter di atas permukaan laut (mdpl) Taman Nasional Kerinci Sebelat.
Kabar tersebut bisa disampaikan setelah seluruh tim tiba di exit point, Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat. Desa inilah salah satu wilayah yang tidak “gagap” sinyal ponsel. Karena sebelumnya, selama pendakian berlangsung, cuaca buruk benar-benar menghambat komunikasi antara tim pendaki dan Sekretariat Mapala UI di Kampus UI, Depok. Akibatnya, satu-satunya komunikasi yang bisa dilakukan adalah dengan penggunaan telepon satelit pinjaman Pasifik Satelit Nusantara (PSN).
Pendakian bertajuk “Perjalanan Panjang Telusur Masurai” ini digelar selama sepuluh hari sejak tim berangkat dari desa Talang Asal, Jambi, pada 19 Januari 2012 lalu. Tim terdiri dari 23 calon anggota dan 14 mentor tersebut menjajal medan cukup menantang di wilayah sepanjang Bukit Sedingin, Danau Merah, Danau Mabuk dan Danau Kumbang.
Pada Sabtu 28 Januari, tim pendaki mendirikan kemah di pinggir Danau Kumbang. Esoknya, tim mulai bergerak menuju camp berikutnya di Pertigaan Danau Kumbang pada pukul 11.00.
Selanjutnya Tim berangkat ke Puncak Gunung Masurai di ketinggian 2980 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sebanyak 18 calon anggota (caang) dan dua mentor, Yudhi Yanto dan Agam Napitupulu menjejak puncak Gunung Masurai yang sempit dikelilingi pohon cantigi (Dodoneae viscose Jacq).
Menariknya, Agam Napitupulu adalah mentor pendaki yang sudah cukup berumur. Walaupun hampir menginjak usia 62 tahun, pria akrab disapa “Bang Agam” ini memiliki semangat dan kekuatan fisik sebanding dengan anak-anak muda dalam tim besar pendakian ini.
Sementara itu, Afdhol Martoni dan Adi Kurniadi adalah dua calon anggota yang pertama kali menjejakkan kaki di puncak gunung ini. Tim besar sengaja dibagi menjadi kelompok kecil, lantaran medan menuju puncak gunung ini sedikit menyulitkan, sempit, dan dicungkupi kabut tebal.
“Kami senang sekali mampu mencapai puncak setelah menempuh perjalanan berat sepuluh hari ini,” kata Afdhol, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer 2010.
Afdhol juga terlihat begitu terkesan dengan indahnya hutan lumut yang menyelimuti punggungan menuju Puncak Masurai. Namun, ia sedikit kecewa karena puncak begitu bekabut dan tertutup lebatnya hutan cantigi sehingga panorama alam sekitar tak dapat terlihat jelas.
Potensi Ekowisata
Gunung Masurai adalah gunung setinggi 2980 mdpl dengan panorama khas yang dicirikan dengan keberadaan dua danau di puncaknya. Selama ini, gunung tersebut hanya memiliki satu jalur pendakian resmi saja, yakni rute Sungai Lalang.
Mendaki gunung ini, Mapala UI, selain bermaksud membuka jalur pendakian baru dari Desa Talang Asal via Bukit Sedingin, juga ingin mengungkap potensi ekowisata di sepanjang jalur pendakian tersebut, terutama di daerah Bukit Sedingin. Kedua tujuan tersebut menjadi target utama “Perjalanan Panjang Telusur Masurai” sebagai satu dari serangkaian kegiatan dan proses pendidikan anggota baru Mapala UI tahun ini.
“Kami berharap para calon anggota dapat memahami dan mempraktikkan kemampuan dasar mereka bermain di alam bebas sehingga kelak saat menjadi anggota, mereka dapat bergiat dengan aman. Selain itu, mereka juga dapat mengerti bahwa perencanaan perjalanan yang baik dan kekompakan tim menjadi kunci sukses dalam melakukan kegiatan di alam bebas,” ujar Mohammad Ismatullah, mentor kegiatan Badan Khusus Pelantikan (BKP) Mapala UI 2011.
Perjalanan Panjang BKP11 TNKS Gunung Masurai Jambi
Tim Perjalanan Panjang (PP) Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) berangkat ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi untuk melakukan ekspedisi di Gunung Masurai pada Senin 17 Januari 2012. Tim berangkat dari Kampus Universitas Indonesia dengan menggunakan bus dari Perusahaan Otobus Antar Lintas Sumatra (PO ALS) pukul 16:51.
Peserta yang terdiri dari 23 calon anggota (caang) dan 14 mentor berencana memulai pendakian dari entry point di Desa Talang Asal, Kecamatan Lembah Masurai dan melakukan trekking selama sepuluh hari menuju exit point di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat. Perjalanan Panjang ini merupakan tahap penilaian akhir bagi calon anggota sebelum dilantik menjadi anggota Mapala UI.
Perjalanan ini menguji caang yang telah mempelajari basic outdoor skill dan organization skill. Tidak hanya perjalanan dan pendakian belaka, Mapala UI yang menjadi pelopor organisasi mahasiswa pencinta alam di Indonesia juga mengamati potensi ekowisata di sekitar Gunung Masurai. Lokasi yang menjadi sorotan antara lain Danau Kumbang, Danau Mabuk, dan Danau Pauh. Persiapan tim dimulai satu setengah bulan yang lalu dengan bekal materi persiapan perjalanan, navigasi, medis, rescue, dan satu perjalanan simulasi. Selain itu, untuk meningkatkan daya tahan dan performa di lapangan, jogging dan bersepeda adalah olahraga pilihan.
“Kami sangat excited untuk melakukan perjalanan panjang ke Gunung Masurai, waktu sangat singkat, belum lagi persiapan kami berbenturan dengan masa-masa ujian akhir semester, namun kami telah melakukan persiapan sebaik mungkin, kami harap bisa mendaki dengan senang, dan pulang dengan selamat,” ujar Agung Rudiarto, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) 2010 yang menjadi ketua pelaksana kegiatan ini.
Selain perjalanan pendakian dan pengamatan potensi ekowisata, Tim PP juga berencana mengadakan bakti sosial di Desa Rantau Kermas pada 2 Februari 2012. Bakti Sosial tersebut antara lain membagikan buku cerita, Al Quran, dan Sarung bagi anak-anak pesantren dan warga tidak mampu serta mengajarkan pola hidup bersih dan sehat.


