Author Archives: kupak-m782

Tak Puas Menjajal Darat dan Laut, Kamipun Bermain di Udara

paralayang

 

Pernah membayangkan rasanya terbang ? jangan bayangkan seperti menumpang pesawat, itu sangatlah biasa. tapi bayangkan terbang layaknya seekor burung yang terhempas angin terombang-ambing di angkasa. Sensasi terasa sangat berbeda, dimana hembusan angin terasa begitu melekat di kulit wajah, melihat pemandangan sekeliling dari ketinggian layaknya mata seekor burung yang sedang mencari mangsa, sangatlah menakjubkan. Ya semua itu akan terasa dalam paralayang, saat pertama kali ketika pijakan kaki kita terangkat dari bumi lalu melayang  terbang, berada di langit biru nan luas membuat kita bersyukur karena semakin merasa dekat denganNya.

Paralayang adalah salah satu olahraga dirgantara yang tergolong memiliki usia relatif masih muda di Indonesia, berada dibawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan PLGI (Pordirga Layang Gantung Indonesia). Terbang dari puncak gunung/bukit berbekal parasut, harness, helm, altimeter, variometer dan perlengkapan penunjang  olahraga udara lainnya dengan bantuan angin adalah susah-susah gampang. Perilaku udara harus dapat dipahami oleh seorang paragliders (panggilan untuk pelakunya), karena paralayang termasuk olahraga yang memiliki resiko cukup tinggi sebagaimana olahraga alam bebas lainnya. Tapi jangan menjadi takut dulu untuk mencobanya, semuanya dapat diminimalisir karena untuk memperoleh lisensi terbang dan menjadi seorang pilot paralayang, sebelumnya kita harus menjalani proses-proses pelatihan yang cukup intensif  dan bekal pengetahuan dirgantara dan klimatologi yang cukup dari seorang instruktur berpengalaman. Kita akan diajari menghadapi permasalahan di udara, serta dibekali juga dengan peralatan keselamatan seperti parasut cadangan.

Menikmati terbang dengan paralayang banyak macamnya, jika kita adalah orang awam yang hanya ingin sesekali merasakan terbang, maka kita dapat terbang secara tandem didampingi oleh penerbang yang telah berpangalaman di kawasan wisata seperti kawasan Puncak Bogor, Danau Toba di Sumatera Utara, Pantai Parangtriris di Yogyakarta, kawasan Batu di Malang, atau kawasan Timbis di Bali. Tapi jika kita adalah penggemar adrenalin melalui olahraga ekstrim, maka kita dapat mencoba untuk belajar terbang solo, dengan terlebih dahulu mengikuti pelatihan atau bergabung di klub paralayang sesuai prosedur yang berlaku, untuk manjajal lokasi tersebut atau banyak lokasi lainnya di dalam dan luar negeri. Pegunungan Himalaya, dan Alpen di Eropa juga tak luput jadi sasaran menarik lokasi terbang para pilot yang sudah mahir dan memiliki jam terbang tinggi.

Mapala UI yang sudah banyak berkecimpung dalam kegiatan olahraga alam bebas selama hampir 5 dekade dalam pendakian gunung, panjat tebing, arung jeram, telusur goa, layar, dan menyelam, kali ini bersiap untuk menjajaki matra baru di udara melalui paralayang. Beberapa waktu lalu 5 orang anggotanya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan paralayang di wilayah Puncak, Bogor. Mereka belajar terbang dibawah arahan seorang instruktur senior kerabat dekat Mapala UI yang akrab disapa Opa David, dan di dukung penuh oleh senior Mapala UI Ari Effendi (M-248-UI) yang telah terlebih dahulu aktif terbang dan sekarang menjabat ketua FASI Paramotor. Beberapa anggota aktif dan luar biasa Mapala UI yang berkecimpung di dalamnya antara lain Ade Wahyudi (M-713-UI), Marchelie Brigiita (M-698-UI), M. Ismatullah, Dian Ekawati, Fabius Bondan, dan Sudtria Ningsih.

Sebelum diperbolehkan melayang terbang, beberapa tahapan pelatihan wajib diikuti oleh setiap siswa paralayang. Diantaranya materi kelas dan melakukan ground handling yaitu belajar mengendalikan parasut di darat  untuk dapat lepas landas (take off), melayang serta melakukan manuver di udara, dan mendarat (landing) dengan baik, aman dan menyenangkan. Rasa cemas, takut, khawatir bercampur aduk ketika kami berdiri diatas bukit setinggi 250 meter untuk terbang pertama kalinya. Begitu parasut terkembang dan kaki ini terangkat, semuanya hilang berganti perasaan lepas, senang yang tiada habisnya..semakin tinggi kami terbang, semakin rendah kami di hadapanNya dan membuat kami makin bersyukur.

Tertarik mencobanya? Let’s join with us and GET AIRBORNE!! (dewe M-713-UI)

Comments Off